Cara menanam cabe dalam polybag

Sebagai salah satu komoditas pertanian, harga cabe terbilang sangat fluktuatif. Bahkah, sering terkesan tidak masuk akal. Misalnya ketika menjelang Ramadhan dan Hari Raya, harga cabe hampir selalu menjulang tinggi. Bukan tanpa alasan, lonjakan harga cabe tersebut dikarenakan permintaan pasar yang meningkat. Sayangnya peningkatan permintaan tersebut tidak pasti diimbangi dengan suplay stock cabe dari petani.

Hal tersebut seringkali memancing banyak orang untuk menanam cabe, baik untuk mencukupi kebututuhan dapur sendiri maupun untuk dijual. Namun tidak sedikit orang yang mengalami kendala merealisasikan keinginannya tersebut. Mulai dari minimnya pengetahuan tentang pertanian sampai dengan masalah keterbatasan lahan.

Masalah keterbatasan lahan adalah alasan yang paling sering dihadapi oleh orang – orang yang tinggal di perkotaan. Tentu saja, dengan tingkat kepadatan yang tinggi, ditambah harga sepetak tanah yang tinggi, mengakibatkan banyak orang menafikan keberadaan lahan tanah untuk tumbuhan.  Meski begitu, jika Anda termasuk orang yang ingin menanam cabe dan terkendala masalah minimnya lahan, hal ini bisa diatasi dengan memanfaatkan pot atau polybag, bahkan dengan bekas plastik detergen sekali pun.

Cara menanam cabe dalam polybag

Sebenarnya cara menanam cabe dalam polybag atau pot sangat lah mudah untuk dipraktikan. Bahkan relatif lebih praktis dan efisien jika dibandingkan menanam cabe pada kebun atau lahan terbuka. Tentu jika dengan kapasitas yang tidak terlalu banyak, untuk sekedar mencukupi kebutuhan dapur misalnya.

Salah satu keuntungan menanam cabe dalam pot yaitu cara ini bisa diterapkan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Biasanya menanam cabe dilakukan pada wilayah dengan ketinggian 0 – 2000 mdpl (meter di atas permukaan laut). Secara umum tanaman cabe dapat tumbuh dengan optimal pada kisaran suhu 24-27 derajat celcius. Namun untuk tanaman cabe jenis atau varietas tertentu bisa bertahan dan tumbuh optimal di atas 27 derajat celcius.

Langkah – langkah menanam cabe dalam polybag

Nah, sebelum Anda memilih dan atau membeli benih tanaman cabe, ada baiknya Anda pastikan terlebih dulu jenis tanaman cabe apa yang cocok untuk Anda tanam. Tanaman cabe jenis cabe keriting adalah salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan dengan media pot atau polybag. Jenis ini cenderung lebih kebal dan lebih kebal terhadap iklim tropis. Selain itu di pasaran jenis cabe ini juga relatif diminati masyarakat.

Jika Anda sudah berniat untuk mulai menanam cabe dalam pot, silahkan Anda cermati langkah – langkah berikut ini.

Pemilihan benih

Langkah pertama Anda adalah memilih benih. Tentu banyak sekali macam varietas cabe, bahkan untuk cabe keriting sekali pun. Mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Untuk langkah – langkah atau cara menanam cabe hibrida dengan cabe lokal sebenarnya tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Namun untuk cabe hibrida sebaiknya menggunakan produk – produk dan obat – obatan tertentu yang sesuai. Untuk cabe varietas lokal banyak ditanam di Kudus, Rembang, sampai dengan Tanah Karo Sumatera Utara. Sedangkan cabe varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand.

Hingga sekarang, sudah banyak beredar di pasaran varietas cabe lokal hasil seleksi yang hasil produksinya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sesama varietas lokal yang tanpa seleksi. Sang Hyang Sri merupakan salah satu produsen benih cabe varietas lokal hasil seleksi.

Secara teknis, cara menanam cabe varietas lokal cenderung lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan menanam cabe hibrida. Bahkan cabe lokal jauh lebih bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan jika dibandingkan dengan cabe hibrida meski dari sisi produktivitas masih kalah.

Penyemaian benih

Jika Anda sudah memilih dan memperoleh benih yang sesuai, langkah kedua dalam menanam cabe adalah penyemaian benih. Memang sebaiknya dalam menanam cabe tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama benih cabe harus Anda semai terlebih dulu. Proses penyemaian tersebut berguna untuk menyeleksi pertumbuhan benih yang ada, memisahkan benih yang cacat atau berpenyakit, dan memisahkan benih yang tumbuh kerdil. Disamping itu juga untuk menunggu bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih representatif.

Cara paling ekonomis dalam menyemai benih adalah dengan menyiapkan petakan tanah sebagai media. Berikut cara melakukan penyemaian benih pada petakan tanah.

  1. Buat petakan tanah dengan luas secukupnya, tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Tentu meyesuaikan banyaknya benih yang akan disemai.
  2. Campurkan tanah dengan kompos lalu campur hingga rata. Tanah diusahakan sehalus mungkin supaya akar benih muda dapat menembus dengan mudah.
  3. Buatlah petakan tanah setebal 5 – 20 cm dan dibuat larikan di atasnya dengan jarak 10 cm
  4. Masukkan benih cabe ke dalam larikan yang telah dibuat dengan jarak 7,5 cm
  5. Siram dengan air untuk membasahi tanah
  6. Tutup atau urug menggunakan tanah atau abu
  7. Selanjutnya tutup semaian dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan karung goni tetap basah untuk menjaga suhu semaian
  8. Jika sudah muncul bibit dari permukaan tanah (biasanya pada hari ke-4), silahkan buka karung goni.
  9. Akan lebih baik bila petakan dilindungi menggunakan plastik transparan agar aman dari paparan panas dan air hujan berlebih.
  10. Jika tanaman sudah meiliki 3-4 helai daun (kira – kira 3-4 minggu), tanaman cabe sudah siap dipindahkan ke polybag atau pot

Penyiapan media tanam

Setelah bibit tanaman cabe telah siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Sesuai dengan judul tulisan ini, media tanam yang digunakan adalah polybag. Berikut ini langkah – langkah penyiapan media tanam dalam polybag.

Yang pertama pilihlah ukuran polybag yang sesuai, agar media tanam cukup kuat mewadahi pertumbuhan tanaman cabai, pilihlah ukuran yang relatif besar di atas 30 cm. Tidak harus menggunakan polybag, Anda juga bisa memanfaatkan pot berbahan plastik atau semen bahkan bisa juga menggunakan plastik bekas detergen. Jika anda menggunakan plastik bekas detergen atau sejenisnya buatlah lubang – lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Selanjutnya masukan media tanam dari campuran tanah, kompos, sekam padi, pupuk kandang, arang, dan lain lain. Silahkan Anda ceri referensi lain untuk lebih memahami media tanam pada polybag.

Untuk komposisi media tanam yang sering diterapkan adalah sebagai berikut :

  1. Campuran tanah dan kompos dengan komposisi 2:1
  2. Campuran tanah, arang, dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1
  3. Campuran pupuk kandang dan tanah dengan komposisi 1:2

Catatan : untuk pupuk kandang, sebaiknya gunakan pupuk kandang yang sudah matang.

Setelah Anda menentukan komposisi media tanam, buatlah media tanam tersebut sehalus mungkin, kalau perlu diayak / disaring. Kemudian campurkan kurang lebih 3 sendok NPK pada masing – masing polybag. Ratakan campuran tersebut dengan cara mengaduknya. Jangan lupa lapisi bagian dalam polybag dengan pecahan genteng, sabut kelapa, atau pecahan styrofoam. Terakhir genangi daerah perakaran tanaman dengan air.

Pemindahan bibit

Sebelum memindah bibit, pastikan tiga langkah di atas sudah Anda lakukan dengan benar. Kemudian pindahkan bibit tanaman yang sudah siap  dari tempat persemaian ke dalam polybag yang juga telah siap dengan media tanamnya. Untuk menghindari stres pada tanaman, lakukan proses pemindahan ini pada waktu pagi atau sore, dimana matahari tidak terlalu terik.

Sebelum mengambil bibit dari persemaian, Anda siapkan terleih dahulu lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Lakukanlah pemindahan dengan sangat hati – hati, hindari kerusakan akar tanaman.

Selamat. Sampai pada tahap ini Anda telah berhasil menanam cabe.

Pemeliharaan dan perawatan

Agar tanaman cabe bisa tumbuh dengan sehat dan memiliki produktivitas yang baik silahkan Anda pelihara dan rawat baik – baik (sebagaimana anda merawat hubungan anda dengan pasangan anda, cieh …). 

Berikut ini hal – hal yang harus dilakukan dalam memelihara dan merawat tanaman cabe ;

  1. Pemupukan

Pastikan anda memberikan pupuk NPK dengan dosis 1 sendok makan per bulan. Jika ingin menanam tanpa bahan kimia atau secara organik semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan buah. Pada saat tanaman hampir berbuah tambahkan satu kepal kompos.

  • Penyiraman

Sebaiknya anda menyiram tanaman minimal 3 hari sekali. Namun jika matahari bersinar terlalu terik, siramlah setiap hari.

  • Pengajiran

Berikan ajir bambu setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm supaya tanaman dapat berdiri dengan tegak.

  • Perompesan

agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang, hilangkan  tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun. Kegiatan ini dimulai pada hari ke-20 setelah tanam.

Pemanenan

Masing – masing jenis atau varietas tanaman cabe memiliki umur panen yang berbeda – berbeda ditententukan varietas itu sendiri maupun lingkungan. Sebaiknya Anda memanen saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, atau masih terdapat garis hijaunya. Buah seperti ini masih bisa bertahan 2-3 hari sampai terjual jika anda hendak menjualnya. Untuk waktu panen yang disarankan adalah pagi hari setelah embun kering. Sebaiknya jangan lakukan panen pada siang dan malam hari.

Semoha bermanfaat.

This article has 3 comments

  1. Nice info gan,,,,salam blogger

  2. kira2 masa tanam dari pembibitan sampai panen itu brapa lama y ?

  3. sangat membantu sekali bermanfaat sekali artikelnya , makasih telah berbagi ilmu

Leave a Reply